SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Cara membuat daftar Isi, gambar, Tabel dan pustaka
Oct 20th, 2013 by hardi santosa

Saat membuat proposal hal yang perlu diperhatikan dalam format penulisan yaitu pembuatan daftar isi, gambar dan tabel serta penomoran. berikut tips nya yang bisa dilakukan pada ms word office 2013 :

1. Membuat Daftar Isi

Langkah-langkah:

– Ketikkan dulu seluruh dokumen yang ada

– Setelah pengetikan selesai, atur heading (menu references yang ada di ribbon Home) pada masing-masing judul bab dan judul subbab I, II, dst. Caranya blok judul bab lalu klik add teks pada references dan pilih level headingnya.

Pengaturan heading di sini harus berbeda antara judul dengan sub judul namun konsisten pada sesama jenis, misal : untuk judul bab kita menggunakan tipe heading 1, maka untuk semua judul bab harus pula menggunakan heading 1, sedangkan untuk sub judul gunakanlah heading yang berbeda namun tetap sama untuk sub judul yang setingkat.

– Jika semua judul dan subjudul telah diberi heading, maka aturlah posisi kursor di halaman penulisan daftar isi.

– Kemudian pilih references pada ribbon, lalu klik menu Table of Contents dan pilih style dari daftar isi yang Anda inginkan

– Selesai

 

2. Membuat Daftar Tabel dan Daftar Gambar

Langkah-langkah:

– Tabel atau gambar yang ada pada dokumen perlu Anda berikan Caption/label terlebih dahulu, caranya adalah klik menu references lalu pilih menu Insert caption.. atur posisi label yang ada (misal Figure atau Table), jika belum ada label yang sesuai dengan keinginan Anda, maka Anda bisa membuatnya melalui New Label yang ada pada menu Insert Caption tadi.

– Labeli tabel atau gambar Anda

– Jika sudah memiliki label, maka Anda perlu mengatur posisi kursor di halaman yang akan diisi Daftar Tabel atau Gambar.

– Pergi lagi ke menu References dan pilih Insert Table of Figures, lalu Anda perlu menyesuaikan label apa yang akan dibuat daftarnya, apakah Figure (gambar) atau Table (tabel).

– Selesai.

 

3. Membuat Daftar Pustaka

Langkah-langkah:

– Pertama Anda perlu membuat kutipan pada dokumen => posisikan kursor pada posisi dimana kutipan akan dibuat, lalu pilih menu References => lalu menu Insert Citation, pilih tipe referensi (misal buku, website, dll),lengkapi semua data yang perlu diisikan, jika sudah maka klik OK dan kutipan Anda telah jadi.

– Jika kutipan telah jadi, maka Anda tinggal menempatkan kursor dihalaman tempat Daftar Pustaka akan mulai ditulis, lalu ke menu References dan pilih Bibliography.

– Selesailah kutipan dan daftar pustaka pada dokumen Anda.

 

4. Mebuat Penomoran halaman

langkah-langkah :

– pada menu ribbon pilih insert header&footer pilih page number lalu pilih letak penomorannya (top apa bottom)

– untuk tipe nomer, saat page number pilih format page number lalu format number page pilih tipe penomoran yang Anda inginkan.

– untuk penomoran halaman yang berbeda ( halaman judul, daftar isi yang berformat angka romawi dan halaman isi yang berformat angka arab) maka setting halamannya terlebih dahulu dengan cara pisahkan halaman isi dari halaman sebelumnya dengan cara pilih page layout lalu break ( agar halaman penomorannya terpisah maka pilih Next page).

 

 

 

 

Cara Mengecas BlackBerry yang Benar
Aug 14th, 2012 by hardi santosa

Mengecas BlackBerry sebenarnya erat kaitannya dengan perawatan baterainya yang umumnya berjenis Lithium-Ion. Jadi, agar hasilnya optimal, mengecas BlackBerry ketika pertama kali beli sebaiknya mengikuti kaidah-kaidah perawatan baterai Li-Ion itu sendiri, yaitu sebagai berikut:

Mengecasnya hingga penuh sesuai indikator yang disediakan, tidak perlu hingga 8 jam karena sebenarnya kebiasaan ini hanya berlaku untuk baterai jenis sebelumnya;

Menggunakannnya untuk standby atau setidaknya untuk aplikasi-aplikasi ringan, seperti untuk sms maupun menyesuaikan pengaturan. Usahakan untuk tidak bermain game, memutar lagu, maupun menonton video dalam tahap ini;

Ulangi poin 1 dan 2 selama 3 kali pengecasan pertama untuk mengoptimalkan daya penyimpanan baterai, agar kemampuan penyimpanan baterai dapat tercipta dengan optimal;

Untuk proses cas keempat kalinya, usahakan jangan sampai habis, kira-kira masih tersisa 15% tenaga, karena membiarkan baterai sepenuhnya kosong justru akan dapat merusak elemen baterai itu sendiri;

Cas dengan mematikan gadget, jangan menggunakannya sambil dicas, karena hal ini akan sangat membebani baterai dan akan berakibat penurunan kualitas penyimpanannya;

Hindari panas yang berlebihan, baik pada saat pengecasan (overcharging) ataupun penempatan (semisal di dekat sumber panas);

Rata-rata baterai jenis ini akan kehilangan 10% kapasitasnya dalam 1 tahun, baik digunakan atau tidak.

Berikut kutipan tanya jawabnya:
Read the rest of this entry »

Cara Memperpanjang Umur Baterai Laptop (Lithium-ion)
Aug 14th, 2012 by hardi santosa

Berikut tips supaya baterai laptop menjadi awet dan tahan lama.

Cara Memperpanjang Umur Baterai

Pertama, perlu diketahui bahwa baterai yang bisa di-charge (rechargeable battery) itu ada beberapa tipe. Yang sering digunakan untuk barang elektronik umum biasanya adalah Nickel based (NiCd) dan Lithium based (Lithium-ion).  Untuk laptop, saat ini hampir bisa dipastikan semuanya menggunakan jenis Lithium-ion. Selain karena mampu menyimpan daya lebih besar, baterai Lithium-ion juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan baterai NiCd yang sangat beracun.

Mengetahui perbedaan jenis baterai ini sangat penting karena karakteristik keduanya sangat berbeda. Pada baterai NiCd, elektrolit-elektrolit yang ada didalamnya akan berkumpul di bawah (di dasar) karena pengaruh gravitasi, ketika disimpan terlalu lama (disimpan di gudang). Itulah kenapa pada saat membeli baterai NiCd baru, sangat disarankan untuk men-chargeminimal selama 8 jam  (optimalnya 16 – 24 jam) sebelum digunakan pertama kali. Namun demikian, seringkali ketika membeli peralatan elektronik yang menggunakan baterai pihak toko (penjual) menyarankan untuk men-charge baterainya minimal 8 jam sebelum pemakaian pertama kali walaupun jenis baterainya bukan NiCd.

Salah kaprah lainnya adalah anggapan bahwa baterai harus digunakan sampai benar-benar (mau) habis sebelum boleh di-charge lagi. Sekali lagi ini berlaku untuk NiCd, dimana pada baterai jenis ini terdapat fenomena “memory effect”, yaitu baterai ini seolah-olah bisa “mengingat” banyaknya daya yang terisi pada saat proses charging terakhir. Sehingga misalnya baterai NiCd kapasitanya masih 65% dan kemudian di-charge sampai penuh (yang berarti mengisi baterai sebanyak 35%), maka baterai ini akan menganggap seolah-olah kapasitasnya tinggal 35%. Namun sekali lagi, ini tidak berlaku untuk baterai jenis Lithium-ion.

Read the rest of this entry »

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa