SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
APLIKASI “AUTOMATIC PORTABLE WATER FOAM MONITOR” DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN YANG TERJADI DI INDUSTRI DAN PERUMAHAN DALAM MASYARAKAT
Apr 27th, 2015 by hardi santosa

Bahaya kebakaran merupakan bahaya yang kerap terjadi di kalangan masyarakat, baik di lingkungan industri, pertokoan, perumahan, hingga hutan. Pada dasarnya, penanggulangan kebakaran dilakukan dengan cara memutus unsur-unsur pembentuk  api, antara lain: pendinginan (cooling), yaitu memutus  keterkaitan unsur panas dalam suatu bentukan api, penyelimutan (smothering), yaitu memutus keterkaitan unsur udara (oksigen) dalam suatu bentukan api, dan penghentian catu bahan bakar (starvation), yaitu memutus keterkaitan sumber bahan bakar dalam suatu bentukan api. ( PT.Pertamina HSE Corporate, 2010 )

Seiring dengan perkembangan teknologi, telah diciptakan peralatan-peralatan penanggulangan kebakaran sesuai dengan tujuan diatas, walaupun telah tersedia peralatan penaggulangan yang bersifat fixed/tetap (seperti Foam Chamber, Water Sprinkle, dsb.) dengan maksud dapat dioperasikan dari jarak yang cukup jauh agar SDM terhindar dari Fatality & Injury Zone, namun pemadaman kebakaran belum mencapai hasil optimal, hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang memungkinkan peralatan fixed tersebut kurang bekerja secara maksimal. Contohnya dengan berat peralatan yang tinggi sehingga diperlukan banyak orang untuk mengoperasikannya dan juga peralatan yang bersifat tidak portable sehingga sulit untuk dikontrol dan dipindahkan ke arah titik api.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya support peralatan pemadaman yang dioperasikan secara manual oleh operator pemadam secara langsung, seperti Jet / Spray Nozzle, Foam Trailler, Foam Handline Nozzle, dll untuk kegiatan seperti fighting secara langsung, Main Cooling, Auxilliary Cooling, pencegahan terhadap small spill fire, pendinginan pasca kebakaran, dsb. Namun peralatan tersebut juga dinilai kurang efisien dikarenakan alat tersebut membutuhkan banyak tenaga dari petugas pemadam kebakaran untuk mengoperasikannya. Adapun jika waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran lama maka dapat menyebabkan operator pemadam kebakaran mengalami kelelahan. Selain itu juga dapat mengancam keselamatan dari pemadam kebakaran jika berada di dekat sumber api dikarenkan adanya ledakan secara tiba – tiba akibat dari kebakaran tersebut.

Sehingga diperlukan sebuah alat yang dapat otomatis bergerak sendiri ke arah sumber api dan dapat dikontrol dari jarak jauh yang akan memberikan banyak keuntungan. Keuntungan yang dapat diperoleh antara lain mengurangi jumlah petugas pemadam kebakaran, menambah optimalisasi operator pemadam kebakaran guna melakukan evakuasi korban kebakaran, dapat menghemat waktu pemakaian alat dan waktu pemadaman, dan dapat lebih efektif dalam upaya memadamkan api kebakaran.

BAGOR (Brebes Agro Tourism)
Oct 26th, 2013 by hardi santosa

Gagasan mengenai Brebes Agro Tourism, Integrasi Sektor Pertanian dengan Pariwisata sebagai Solusi yang Tepat dan Efektif untuk Pembangunan Wilayah di Kabupaten Brebes ini merupakan gagasan yang timbul dari sekelompok mahasiswa asal Brebes di UGM yang merasa sedih atas keterbelakangan daerah tempat keliharan mereka. Dalam latar belakang gagasan dimuat unsur-unsur yang menjadi gambaran umum ditulisnya gagasan ini. Pada bagian tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari gagasan Brebes Agro Tourism disebutkan beberapa nilai penting yang akan diharapkan dari adanya gagasan ini yang meliputi masyarakat dan daerah Brebes itu sendiri.
Bagian gagasan diperjelas secara lebih rinci dan detail mengenai potensi pembangunan kawasan agrowisata yang ada di wilayah Kabupaten Brebes. Pihak-pihak yang terkait terutama Pemerintah Kabupaten Brebes sebagai pembuat arah kebijakan pembangunan daerah. Beberapa tahapan dan stategi juga dapat ditemui dalam cara pengentasan gagasan ini supaya bisa diterapkan di Kabupaten Brebes.
Hasil yang akan diperoleh dari gagasan mengenai Brebes Agro Tourism ini tentunya akan berhasil dan berjalan dengan lancar jika pihak-pihak yang berkepentingan mampu memainkan perannya dengan baik sesuai dengan bidangnya masing-masing melalui koordinasi yang sesuai untuk dihasilkan kemajuan bagi wilayah Kabupaten Brebes.

Penulis : Hardi Santosa, Muhammad Hidayat, Moris Habib Deciyanto dan Heri Muji

MASKULIN (Masker Anti Kuman dan Polusi Akibat Lalu-lintas Kendaraan Bermotor)
Oct 26th, 2013 by hardi santosa

Peningkatan urbanisasi, motorisasi dan industrialisasi di Indonesia telah memperburuk polusi udara. Pertambahan jumlah kendaraan pada satu dekade yang sangat pesat mengakibatkan bertambah banyak zat polutan. Data kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa polusi udara dari kendaraan bermotor bensin menyumbang 70 persen CO, 60 persen HC dan 60 persen NOx. Dari sisi kesehatan, pencemaran udara dapat berakibat pada terganggunga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak, misalnya anemia. Hal yang paling dikhawatirkan, anak bisa mengalami gangguan kemampuan berpikir, daya tangkap lambat, dan tingkat IQ rendah. Dalam pertumbuhan fisik akan berdampak pada gangguan seperti keterlambatan pertumbuhan dan gangguan pendengaran. Pada orang dewasa, akan mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan. Zat polutan dapat mengurangi jumlah dan fungsi sperma sehingga menyebabkan kemandulan, dan juga mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke serta kanker.Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2007 menyebutkan bahwa kondisi udara yang tidak bersih dan cuaca yang berubah-ubah merupakan salah satu pemicu infeksi saluran pernapasan (ISPA) selain alergi dan asma. Penduduk Indonesia dan Jakarta yang mengidap ISPA diperkirakan sekitar 25,50 persen. Dalam tiga tahun belakang, ISPA menempati peringkat pertama dari 10 penyakit yang paling banyak diderita masyarakat.Pola penyebaran ISPA yang utama ialah melalui droplet yang keluar dari rongga hidung atau mulut saat penderita batuk atau bersin. Udara dengan jarak yang dekat dengan penderita juga dapat mentransmisikan penyakit ini. Karena itu diperlukan masker sebagai protector untuk melindungi tubuh dari polusi udara serta sebagai pencegahan penularan penyakit melalui hidung dan mulut. Masker yang sekarang ada masih kurang efektif. Maskulin merupakan masker yang dibuat dengan kitosan dan arang aktif. Kitosan didapatkan dari proses N-deasetilasi kitin cangkang crustaceae sedangkan arang aktif dari tempurung kelapa yang didapatkan melalui pemanasan pada suhu tinggi. Kitosan dan arang aktif dapat berfungsi sebagai adsorben untuk menyaring polusi udara dan daya antibakteri kitosan akan membunuh bakteri sehingga mencegah penularan penyakit.
Penulis : Hardi santosa, Ifa najiyati, Fitri Rizki Amalia dan Alinda Fitrotun Nisa

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa