SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Sang Mujahid Ilmi
May 14th, 2014 by hardi santosa

“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.” [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Senja di strata 1 adalah waktu yang indah bila mentari memperlihatkan senyumnya diufuk barat, wajahnya memerah seperti malu atau senang bisa bertatap wajah. Namun beda halnya ketika senja suasana teduh, awan bergumpal dan bergerak melayang bagai angan yang sedang memanjang entah kemana tujuan. tak ayal, badai kegalauan menerjang.

Menjalani senja dengan suasana berawan, terasa nyaman namun mengandung kegundahan, zona nyaman ini membuat hati terbuai untuk bersantai dan tenang. Bangunlah wahai sang Mujahid!!! aku terbangun dalam lamunan, aku sadar waktu sudah senja dan saatnya untuk kembali berjuang. Menata kembali semangat jihad, namun hal itu tak semudah membalikan telapak tangan, bila terlalu banyak pemikiran dan pertimbangan tak akan pernah menghasilkan perubahan. karena itu mulailah bergerak, karena dalam setiap gerak akan diikuti dengan pemikiran.

Sang Mujahid Ilmi, sebuah nama yang mewakili semangatku untuk berjihad mencari ilmu. Ilmu adalah sumber segala amal, jadi jelaslah betapa mulianya memiliki ilmu. Dengan ilmu kita bisa beramal, dengan amalan kita mempunyai investasi, baik investasi masa depan (akhirat) maupun investasi masa kini (dunia). Dengan ilmu, maka dimudahkan segala urusan.

stack!!!

entah mau menuliskan sebuah syair atau definisi, tapi ini adalah awal aku kembali mencoba menggoreskan Kalam Ilahi, dengan keimanan dan kesucian hati. Bismillah, memberi arti dari sebuah mimpi.

#EdisiRerun

Sebagai pemicu nih tak kasih : Keutamaan Ilmu dibandingkan harta

Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:

[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.

[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.

[3] Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.

[4] Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[5] Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.

[6] Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.

[7] Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[8] Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.

[9] Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[10] Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa