SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Cara Penyolderan Komponen #7
March 6th, 2013 by hardi santosa

Dipostingan sebelumnya kita telah belajar tentang proses pembuatan pcb dengan cara sederhana yaitu disetrika. Bagaimana sudah pada jadi belum PCB nya ? saya harap Anda semua telah mencoba untuk mempraktekkan cara pembuatan pcb yang sederhana tersebut. Pada postingan minggu lalu, kita telah membuat sebuah pcb yang telah memiliki jalur dan lubang. PCB tersebut sepertinya sudah tidak sabar untuk bergabung dengan komponen-komponen elektronik agar bisa menjadi sebuah kit untuk belajar AVR.

Kali ini saya akan membahas tentang penyolderan komponen untuk kit minimum sistem ATMega8 buatan kita. Sebelum melakukan proses penyolderan, tentunya Anda harus mempersiapkan komponen-komponen yang aka digunakan pada minimum sistem. Silahkan dapatkan komponen-komponen tersebut pada toko elektronik terdekat . Untuk memulai proses penyolderan, Anda juga harus mempersiapkan beberapa tool/peralatan untuk menyolder seperti berikut

1. Solder, saran saya gunakan solder yang berkualitas jangan gunakan solder yang harganya 8 ribuan. Biasanya saya menggunakan solder merek Dekko dengan daya 40W, harganya juga tidak terlalu mahal namun kualitasnya TOP BGT.

2. Mata solder, biasanya mata solder yang baik pada ujungnya yang runcing masih berwarna putih. Anda dapat menggunakan mata solder yang berkualitas untuk mendapatkan hasil penyolderan yang baik. Mata solder seperti ini biasanya juga dijual di toko komponen elektronik, dengan harga sekitar Rp. 12000

3. Timah, ini merupakan bahan wajib selain solder. Biasanya saya menggunakan timah merek Asahi, timah ini dapat melekat dengan kuat pada pcb. Hasil penyolderan juga mengkilat, tidak kusam seperti jika menggunakan timah yang dibeli per meter.

4. Pasta solder, ini bisa digunakan atau tidak. Biasanya saya tidak pernah menggunakan pasta dalam menyolder. Cukup menggunakan timah dengan kualitas bagus, hasil solderan juga bagus (dengan didukung keahlian menyoler tentunya).

5. Busa solder, digunakan untuk membersihkan mata solder anda dari bekas-bekas timah, agar mata solder tetap dalam keadaan baik. Busa ini sebelum digunakan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu.

6. Dudukan solder, digunakan untuk meletakkan solder anda.

Pemasangan Komponen

Komponen yang baik untuk disolder adalah komponen yang kaki-kakinya tidak berkarat atau kusam. Biasanya komponen yang kaki-kakinya udah kusam agak sulit untuk disolder, timah sulit untuk melekat. Oleh karena itu gunakan komponen yang masih baik. Untuk pemasangan komponen yang baik dapat dilihat seperti gambar di bawah ini

Kaki komponen agak dibengkokkan sekitar 45 derajat dan usahakan komponen benar-benar menempel pada pcb (tidak ada rongga) atau istilahnya di industri “floating”. Hal ini juga bertujuan agar komponen tidak mudah bergoyang saat dilakukan proses penyolderan.

Penyolderan

Penyolderan merupakan suatu keahlian khusus. Biasanya orang yang baru pertama kali pegang solder, hasil solderannya sangat buruk bahkan tidak menempel. Memang hal itu biasa terjadi, jadi untuk anda yang baru pertama megang solder tidak usah kaget dulu. Anda harus membiasakan diri untuk menyolder jika ingin hasil solderannya terlihat bagus. Hasil penyolderan yang bagus seperti gambar di bawah ini. Timah tidak terlalu banyak yang menempel, tidak kelihatan “gendut” dan juga tidak bulat.

Untuk mendapatkan hasil solderan seperti di atas anda bisa mempraktekkan cara seperti ini “Tempelkan dahulu solder ke kaki komponen, kemudian disusul dengan menempelkan timah pada soldernya. Jika timah telah mencair angkat solder dan timah bersama-sama”. Ingat juga, jangan terlalu lama mencairkan timah, karena akan mempengaruhi panas pada komponen dan pcb bisa menjadi berwarna kekuningan. Jika panasnya berlebihan, bisa saja komponen menjadi rusak. Untuk menjaga agar solderan anda terlihat putih mengkilat, setiap akan menyolder kaki komponen usahakan ujung timah di bersihkan dulu dengan busa yang telah diberi air tersebut.

Untuk memudahkan proses penyolderan, biasanya saya menyolder komponen dengan urutan yang paling rendah. Contohnya jumper dulu, kemudian resistor, dioda, kapasitor, elco, dll. Hal ini bertujuan agar tidak repot dalam pemasangan komponen. Karena jika menyolder komponen-komponen yang tinggi dulu, maka untuk memasang komponen yang kecil biasanya agak repot dan mudah terjatuh atau terjadi “floating”, alhasil tidak enak untuk dipandang mata.

Mungkin tips-tips berikut dapat anda praktekkan dalam menyolder. Ingat menyolder itu butuh keterampilan, jadi anda harus sering melakukannya jika ingin hasil solderan menjadi bagus !!

SEKIAN !!


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa