SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Memilih Komponen Untuk Minimum System AVR #2
June 27th, 2012 by hardi santosa

Minimum system yang akan kita buat akan menggunakan beberapa komponen utama yang akan saya bahas pada postingan kali ini. Apa aja sih komponen utama tersebut ?? Oke saya akan jelaskan beberapa komponen utama yang akan kita gunakan di bawah ini.

1. Mikrokontroler ATMega8

Nah ini dia komponen yang paling utama pada minimum system kita, namanya juga belajar mikrokontroler masa gak ada mikrokontrolernya. ATMega8 merupakan mikrokontroler keluarga AVR 8 bit yang banyak digunakan oleh pemula seperti saya. Seperti yang terbaca pada datasheet, mikrokontroler yang kita gunakan ini memiliki ukuran flash memori sebesar 8KB, SRAM sebesar 1KB, dan memori EEPROM sebesar 512 Bytes. Bingung apa bedanya dari ketiga memori tersebut. Baik, saya akan jelaskan sedikit tentang perbedaannya.

2011-12-19_220256

Jenis dan ukuran memori pada ATMega8

Flash memori merupakan lokasi penyimpanan program yang kita buat. File hex hasil kompilasi program nantinya akan dimasukkan ke mikrokontroler melalui alat yang disebut downloader/programmer. Nah, file hex tersebut nantinya akan disimpan pada sebuah memori yang disebut flash memori. Pada saat melakukan proses pemograman (coding) biasanya kita memerlukan apa yang disebut dengan variabel atau tempat menampung data. Pada saat program dijalankan oleh mikrokontroler, kemudian terdapat proses yang melibatkan variabel tersebut ( misalnya operasi aritmatika ) maka data dari variabel tersebut akan disimpan pada memori yang bernama SRAM. Kemudian jika ingin menyimpan sebuah data seperti halnya pada flashdisk ( data tidak hilang ketika tidak ada aliran listrik ) dimanakah kita harus menyimpan data tersebut ? Jawabannya adalah pada sebuah memori yang bernama EEPROM. EEPROM sama halnya seperti hardisk, flashdisk yang ada pada komputer yaitu sebagai tempat penyimpanan data yang tidak terpengaruh terhadap aliran listrik.

Sekarang kita masuk ke bagian kebutuhan supply. Pada datasheet ditulisakan seperti pada gambar dibawah ini

2011-12-19_220338

Kebutuhan supply ATMega8

Sudah tau belum maksudnya apa ? Disitu tertulis operating voltages 2.7 – 5.5 volt (ATMega8L) dan 4.5 – 5.5 volt (ATMega8). Lalu tegangan yang bakal kita gunakan berapa ? Di situ terdapat dua jenis operating voltages, yang pertama untuk ATMega8L yang kedua untuk ATMega8. Apa sih  bedanya ? terus kita menggunakan yang mana ? Sebenarnya ATMega8 dan ATMega8L boleh dibilang sama, namun terdapat beberapa perbedaan antara keduanya. ATMega8L lebih ditujukan pada aplikasi yang membutuhkan suplly tegangan rendah (low voltages). Oleh karena itu pada ATMega8L tertulis operating voltagenya antara 2.7-5.5 volt.
Selain itu frekuensi maksimal yang boleh digunakan pada ATMega8L hanya 8MHz, berbeda dengan ATMega8 yang memiliki frekuensi maksimal 16MHz. Karena minimum system yang akan kita buat nanti menggunakan mikrokontroler ATMega8 maka kita akan menggunakan tegangan suplly dari 4.5 – 5.5 volt.


2. IC Regulator 7805

Selanjutnya yang bakal kita bahas LM7805, regulator yang digunakan pada minimum system kita nanti. Regulator tipe LM78XX merupakan jenis regulator yang dapat meregulasi tegangan ke nilai tertentu. Dua angka pada huruf XX yang bakal menandakan tegangan output hasil regulasi dari regulator. Contohnya LM7805, akan meregulasi tegangan ke 5 volt, LM7809 akan meregulasi tegangan ke 9 volt, dst. Selanjutnya kita akan membahas sedikit tentang datasheet. Yang pertama tentang supply maksimum ke regulator. Hal ini sangat penting untuk diketahui agar nantinya regulator kita tidak “merokok” pada saat uji coba. Coba perhatikan dulu potongan gambar yang saya ambil dari datasheet di bawah ini.

2011-12-20_210244

Nilai maksimum tegangan input regulator LM78XX

Disitu tertulis Input Voltage untuk tegangan output 5V – 18V adalah 35 Volt. Sedangkan untuk tegulator yang memiliki tegangan output sebesar 24 volt tegangan input maksimal yang diizinkan adalah sebesar 40 volt. Ingat yah regulator yang kita gunakan adalah LM7805 (memiliki output tegangan 5 volt) sehingga input tegangan kita tidak boleh lebih dari 35 volt sesuai yang tertera pada datasheet. Tapi untuk lebih amannya lebih baik tegangan input tidak lebih dari 12 volt, agar panas yang ditimbulkan tidak berlebihan, kecuali jika menggunakan heatsink untuk pendinginan yang maksimal. Selanjutnya tegangan output minimal dan maksimal, ini penting lho. Sebelumnya kita sudah tau bukan bahwa tegangan supply ATMega8 tidak boleh kurang dari 4.5 dan tidak boleh lebih dari 5.5. Nah sekarang kita harus tau berapa tegangan output minimal dan maksimal yang keluar dari regulator 7805. Di datasheet tertulis bahwa, tegangan output hasil regulasi berkisar sebesar 4.75 – 5.25 volt. Berarti tidak ada masalah kan dengan kebutuhan supply untuk mikrokontroler.

2011-12-20_210333

Tegangan keluaran LM7805

3. LM35

Kali ini kita akan membahas tentang sensor suhu yang digunakan pada minimum system kita yaitu LM35. Sensor ini boleh dibilang sensor suhu yang sangat populer, karena harganya murah mungkin yah.

Berikut ini merupakan feature dari LM35
2011-12-21_204212

Fitur sensor suhu LM35

Dari gambar diatas kita bahas yang penting-penting aja yah :D Dari gambar diatas dapat kita lihat bahwa range suhu yang dapat dibaca oleh LM35 yaitu antara -55 C – 150 C . Kemudian operarting voltage antarr 4 – 30 volt. Kemudian satu hal lagi yang sangat penting, disitu tertulis Linear + 10.0 mV/˚C scale factor , artinya perbandingan tegangan output adalah sebesar 10mV/C . Nah ini dia nantinya yang bakal kita manfaatkan dalam kalkulasi nilai suhu dari output berupa nilai tegangan.

2011-12-21_204235

Rangkaian sensor suhu

Nah gambar diatas merupakan tipe rangkaian yang dapat digunakan. Apa bedanya sih kedua rangkaian tersebut ? Rangkaian pada sebelah kanan ditujukan untuk pengukuran suhu dari -55 sampai 150 c. Sedangkan rangkaian yang berada disebelah kiri hanya dapat mengukur sensor dari range (+2˚C to +150˚C). Nah pada minimum system kita nantinya kita bakal gunakan rangkaian yang mana ? jawabannya adalah yg kiri, loh kenapa ? karena suhu yang bakal kita ukur juga gak bakal di bawah 0 celcius, jadi gak perlu kan pakai rangkaian yang full range.

4. MAX232

Satu komponen lagi yang akan sedikit saya bahas pada postingan kali ini adalah IC MAX232. IC ini nantinya akan kita gunakan sebagai buffer untuk komunikasi serial antara mikrokontroler dengan komputer. Kenapa harus menggunakan IC ini ? Pada dasarnya komputer dan mikrokontroler sama-sama memiliki sebuah port untuk komunikasi serial. Namun pada mikrokontroler sinyal levelnya adalah TTL (5volt) sedangkan pada komputer sinyal levelnya sebesar 25volt atau lebih dikenal dengan RS232. Oleh karena itu kita tidak dapat langsung menghubungkan pin rx pada mikrokontroler dengan pin tx pada komputer atau sebaliknya. Kita membutuhkan sebuah level konverter. Nah, IC MAX232 ini yang nantinya menjadi sebuah level konverter. Sinyal TTL dari mikrokontroler nantinya akan diubah menjadi RS232 oleh IC tersebut.

2011-12-24_220908

Rangkaian MAX232

Rangkaian di atas merupakan rangkaian yang dianjurkan pada datasheet. Elco yang digunakan sebagai charge pump adalah sebesar 1uF sesuai yang tertera pada gambar. Besar tegangan Vs+ dan Vs- (8volt ) dapat juga diganti dengan 5 volt dan 0 volt.

Empat komponen diatas merupakan komponen utama yang bakal kita gunakan pada minimum system yang akan kita buat nanti. Untuk komponen tambahan seperti led, resistor, capasitor mungkin tidak perlu saya jelaskan yah, ntar malah manjang-manjangin postingan :D Pembahasan berikutnya saya akan coba membahas lebih mendalam tentang mikrokontroler yang kita pakai yaitu ATMega8. Pada pembahasan tersebut akan saya ulas tentang fungsi pin, fitur, dll sehingga kita lebih mengenal mikrokontroler yang akan kita pakai.

sumber : www.ngooprek.com


One Response  
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa